home

Rabu, 20 Oktober 2010

Karena bukan malaikat ‘makhluk bersayap’


Yang demikian itu disebabkan karena kamu bersuka ria di bumi (tanpa) mengindahkan kebenaran dan karena kamu selalu bersuka ria (dalam kemaksiatan). QS Ghafir (40):75

Maka bersabarlah engkau, sesunggunya janji Allah itu benar….janji Allah itu benar…
Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan
Sesudah kesulitan ada kemudahan….

            Teringat pembicaraan dengan kakak kosan, menjelang magrib, “tapi itu fitrah, karena manusia bukan malaikat, manusia di beri nafsu”…terngiang-ngiang hingga malam ini,ketika jam menunjukan pukul 23.35….Tetesan gerimis hujan menemani kesepian malam ini,,,eum…
            Kembali pada kalimat dari kakak kosan tersebut, jujur pasti setiap orang pernah merasakan konflik batin, pernah merasa menyesal ketika melakukan kesalahan dan ingin sekali melakukan yang terbaik untuk menebusnya, namun terkadang putus asa karena kesalahan dilakukan lagi dan lagi…seolah perbaikan itu tidak pernah ada gunanya…
            Lalu pantaskan tak melakukan apa-pun??

            Hujan.

            Teringat ‘teguran’ dosen hari senin tanggal 18 Oktober 2010 lalu, tentang tugas saya yang belum sesuai dengan yang beliau inginkan; entah alasannya karena data tugas belum lengkap, format tugas belum sesuai atau saya seolah belum mendapatkan esensi dari pengerjaan tugas tersebut, beliau meminta saya merevisi tugas. Memperbaiki kesalahan. Untuk apa?
            Pasti tujuan merevisi tugas tersebut adalah untuk kebaikan saya juga. Merefleksikan ke dalam kehidupan sehari-hari, kita tak bisa lepas dari dosa, karena ada kecenderungan untuk berbuat khilaf pada manusia…tapi tidak ada salahnya memperbaiki kesalahan tersebut.
            Berlomba-lombalah kamu untuk mendapatkan ampunan dari Tuhan-mu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, yang diberikan kepada siapa yang Dia khendaki. Dan Allah mempunyai karunia yang besar. QS Al-Hadid : 21
            Allah telah berfirman dalam surat cinta-Nya, agar kita berlomba mendapatkan ampunan dari-Nya. Ampunan.
            Kecintaan Allah melebihi kecintaan seorang ibu pada anaknya. Ketika kita menuju Allah dengan tertatih-tatih, Allah mendekati kita dengan berjalan dan ketika kita mendekati Allah dengan berjalan, Allah mendekati kita dengan berlari.
            Allah itu mengikuti prasangka hamba-Nya.^^

Bersyukurlah atas kesalahan yang kini kita sadari karena hal itu memberimu pelajaran yang sangat berharga…..
            Karena bukan malaikat ‘makhluk bersayap’ maka kekhilafan dan kesalahan adalah terkadang milik kita….tapi kita pun sesunggunya memiliki sifat-sifat ketuhanan….jadi jangan mengecilkan dan merendahkan diri kita sendiri. Hanya dapat berusaha melakukan yang terbaik setiap saat..
wallahu'alam
Rabb, bimbinglah kami…ampunilah kami..

Tidak ada komentar: