home

Jumat, 22 Oktober 2010

Karena kita yang menggerakan langkah kita…

Dengan bermaksud curhat*heu....semoga bisa manfaat juga^o^

Hari ini entah kenapa terbersit dalam pikiran judul tulisan itu, lalu selama perjalanan ke kampus, pikiran antara merenungi dan ketakutan kesiangan terus silih berganti bagai film lanyar tancep^^

Tiba di kelas, sambil menonton presentasi kelompok teori kepribadian part Carl Gustav Jung, rada-rada nyengir sendiri mendengar kata : “masa lampau”. Pikiran jadi ngelantur ke pemaknaan “sedang apa saya disin?” “kenapa ada di kelas ini?”. Padahal dulu tidak terbersit ingin menjadi seorang pendidik, enggak mau!!!kalian bisa liat buku catatan saya yang bertanggal 20 Juli 2008, disana saya katakan tidak mau jadi guru karena ****sensor, heu
Pengennya :
Arkeolog (terpengaruh buku sejarah punya mamah dan komik)
Ilmuwan kutub utara
Apoteker
Bioteknologi
Konservator Hutan…
Kepikiran guru, karena ngeblank akhirnya mau kemana, dan tadinya pun tidak berniat ke BK. Antara bahasa inggris dan kimia. Masuk BK atas rekomendasi mamah tercinta. Bagaimana anda?

Tadi saya nanya teman-teman pun begitu. Ada yang jawabannya :
Tadinya pengen ke psikologi tapi disaranin papah jadi aja ke BK
Aku gak ke pikiran masuk apa-apanya yang penting kuliah

Dan jadi ingat kisah setahunan lalu, waktu dosen nanya “sebelum ke BK tadinya mau jadi apa?” atau “kenapa bisa masuk ke BK?”
Berbagai alasan yang mengatakan ingin ada di BK karena rencana atau karena gak tau harus kemana atau tersesat. Toh semuanya sudah ada disini kan…semuanya sudah anda jalani…jalan anda dan jalan saya,
Apapun alasan awalnya. Toh anda tetap memilih. Tapi percayakah anda?tanpa anda gerakan langkah anda, anda tidak bisa melakukan apapun.
Motivasi eksternal ataupun internal, tentu pilihan hidup anda adalah anda yang mengambil dan menjalaninya. Bukan orang lain. Salah satu tugas dari perkembangan hidup sebagai manusia adalah kemandirian. Jangan kan remaja atau orang dewasa, bayi saja toh sudah memiliki kemandirian untuk memilih : menyukai makanan yang diberikan ibunya atau tidak. Dan begitu banyak pilihan hidup dengan seiringnya pertambahan usia. Kemandirian kita terlatih untuk memilih, tidak hanya terpengaruh isme-isme orang lain, tapi sudah memiliki prinsip sendiri.
Mandiri disini bukan berarti kita tidak butuh bantuan orang lain. Tapi meminimalisir bantuan yang diberikan. Agar ketika pilihan yang kita ambil ternyata tidak sesuai, kita tidak akan menyalahkan orang lain atau menyesali. Hidup adalah rentetan bermacam pilihan. Allah memberi kebebasan pada hamba-Nya untuk memilih dan menentukan. Silakan…silakan…
Kita bisa memilih pilihan mana yang akan kita ambil tapi tidak bisa memilih resiko dari pilihan yang kita ambi^^Arif Dahsyat.
Sekarang begitu banyak pilihan-pilihan(heu rancu tapi enak) di depan mata kita…bergeraklah untuk memilih dan melangkah. Keep positif and optimis^^

Tidak ada komentar: