home

Jumat, 29 April 2011

Ia


Aku hanya menatap dari pinggir jendela, angin menelusup, masuk, memenuhi rongga kamar.

Gadis itu tergugu dengan tangis yang hampir reda. Di atas dipannya, ia merusak tatanan sprei dan bedcover merah jambu, yang ia beli bersama bundanya sewaktu membeli perabotan untuk menjadi anak kosan. Seperti ada luka di mata beningnya tapi menurut ku itu terlalu hiperbola. Sekali-kali ia menelungkup kan wajahnya. Macam pesakitan saja.

Aku tidak mengerti. Sudah hampir 4 jam aku memandangnya. Ia sudah lupa dengan wajah cantik yang kerap ditebarkan, kuyu. Aku terduduk takzim. Lebih baik diam.
Kau pun pasti menyesal melihatnya. Sungguh menyedihkan.

Ku ceritakan dari awal kejadian.

Pagi tadi ku lihat ia masih tersenyum, meniti anak tangga dikampus, hampir semua mata tertuju padanya, laki-laki dan perempuan, mahasiswa, dosen dan penjaga warung. Bukan, bukan karena dia terlihat seperti badut. Justru ia terlihat bak Cinderella yang girang karena mendapatkan surprise tiket ke pesta dansa. Dan memang hampir setiap hari begitu.

Sungguh bagi nya ini bukan hal istimewa karena jauh dari apa yang ia dapatkan sekarang, ia telah memiliki seseorang yang katanya sangat menyanyangi nya dan menjanjikan menggandengnya ke pesta dansa. Oh. Kata ku.

Tak lama, aku menemukan ia menemui kekasih nya, ia lebih dari yang tadi kita lihat. Lebih memesona dan merona. Ia yang menurut kita sudah sempurna pun masih kikuk di depan kekasihnya. Dasar cinta!!!

Dengan malu dan suara merajuk, ia mengajak kekasihnya untuk dating sore ini.  Sudah lama tidak jalan berdua. Eum…begitu yah orang pacaran??
Ku lihat rona di wajah lelaki itu pun sama-sama aneh. Ia pun kikuk. Ia mengatakan bahwa memang ia ingin mengajak nya pergi untuk membicarakan sesuatu. Wah aku jadi ikut berdebar-debar. Semoga penantian yang panjang itu segera berakhir. Kasihan. Demi melihat wajah sumeringah itu aku terdiam.

Sore hari, rasanya dentingan waktu memicu debaran jantung kami berdua (ya aku dan dia). Hampir satu jam wanita sinting cinta itu berdandan. Begitu yah orang punya pacar?ku kira dia seorang perempuan sopan, gaun panjang nya lebih menyembunyikan tubuhnya yang indah semampai, rambutnya ia urai dan membentuk poni berderet di atas alis matanya. Rapi jeli. Meski waktu dandannya satu jam namun wajah nya masih terlihat naturalis, tidak menor. Ku kira tampak make up pun dia akan tetap cantik. Dasar wanita!!senja hari ini mendukung nya.

Laki-laki itu memijit tombol bel di halaman depan kos-annya. Semua teman-teman nya meledek. Jelek, norak, menor dan sebagai nya demi membuatnya menjadi kikuk.

Laki-laki itu tergagap memandang kekasih yang sudah setia selama 2 bulan itu. Apa yang di pikirkannya.

Selama diperjalanan, gadis itu yang lebih banyak berbicara sementara laki-laki itu khusu menyetir mobil dan tampak berpikir sesuatu. Saking gembira nya gadis itu tidak memperhatikan hal janggal pada kekasihnya. Ia sibuk menyerocos.

Di sebuah restoran yang lumayan menguras kocek, mereka berhadapan, makan, kemudian saling berbagi cerita.
“ada hal penting yang ingin aku bicarakan”laki-laki itu tertunduk sebentar kemudian bagaikan mengangkat ribuan ton baja, ia mengangkat wajahnya menatap gadis dengan mata berbinar-binar dan jantung yang berdegup kencang (aku juga).
“iya…”singkat. Tak sabar.
“tidak ada yang lebih membuat ku sakit selain melihat orang yang aku cintai kesakitan…”kalimat pembuka yang janggal untuk menyatakan sesuatu yang membahagiakan”aku tidak suka basa-basi kau tahu itu?”katanya tajam. Rona bahagia mulai pudar dari wajah Cinderella tersebut digantikan wajah tegang.”aku rasa…kita lebih baik mengakhiri apa yang pernah ada, aku tidak ingin menyakiti orang lain, terutama orang yang pernah aku sayang”DREGG!!!bagai lindasan fuso. Gadis itu masih terkesima, sepertinya ia ragu dengan apa yang diucapkan laki-laki didepannya. 5 menit berlalu. Akhirnya ia sadar ini bukan mimpi. Ini nyata, girl!!

Ia berdiri dan berlalu dengan santai. Laki-laki itu terdiam tanpa berniat mengejar. Sepertinya ia telah lelah. Aku pun terkesima. Eh oh. Aku bingung ingin mengamati yang mana. Aku melesat mengejar gadis itu….tanpa laki-laki itu tahu…gadis itu meneteskan linangan air mata sampai menganak sungai di pipinya. Aduh…!!!

Semua orang mungkin akan beranggapan apa yang tidak bisa di dapatkan oleh dia??cantik dan pintar. Tentu semua laki-laki dari laki-laki alim sampai laki-laki buaya mengejarnya. Dari kadal darat sampai kadal laut berniat mempersuntingnya. Tapi pernah kah dunia melihat sisi bagian lain dari kehidupan si miss perfect ini?dia patah hati. Kekasih yang dulu mati-matian mengejarnya sampai rela dipermalukan kini meminta semua berakhir dan mengatakan ‘orang yang pernah aku sayang’. Sudah tidak ada lagi kah perasaan itu. Sungguh ini kejam!!di luar dugaan. Kenapa harus membuatnya merasa tolol dengan berdandan dan berpikir justru ini akan menjadi awal yang lebih baik. Naïf. Apa yah naïf itu??

Ia membanting pintu kamar nya, tak peduli teman kosannya sampai memuncratkan minum demi mendengar bunyi pintu. Semua orang sunyi, enggan berkata-kata.

Ia mengacak-ngacak tempat tidurnya. Menangis. Ia janji hanya akan menangis 10 menit ah tidak 8 menit. Kemudian tepekur dan menyandarkan badannya pada tiang-tiang tempat tidur. Sesekali ia menatap kosong, baginya ini lebih menusuk ulu hati. Ia mengingat semua yang pernah terlewati selama 2 bulan. Ia dan mantan kekasihnya.
Ia mengasihani diri sendiri. Sebenarnya sungguh tidak suka ia harus merasakan perasaan menyedihkan ini tapi ia akan berdamai dengan perasaan ini untuk beberapa waktu kedepan. Bagi nya, ia akan sadar bahwa ia patut sedih dan tidak perlu berpura-pura kuat. Sementara waktu saja. Dan tidak untuk di ekspose. Apalagi sampai mantan nya itu tahu, bisa girang dia!!!apa laki-laki itu berpikir di dunia ini hanya dia laki-laki yang tersisa??how poor him!!!

Ia memutat semua pikiran logis nya. Dalam keterpurukan ia tidak ingin melewatkan pikiran-pikiran logis yang bisa membantu nya. Ia mendekap bantal. Menahan nyeri.
Semua ini akan ku tutup. Tidak penting penjelasan apa yang akan dijabarkan lelaki itu. Sudah cukup dengan kata-kata nya, tidak berhasrat mendengarnya. Sungguh akan membuat semakin sakit. Mendengus sebal. Sebal sekali. Sekali benar-benar sebal. HUH!!

Ini sudah cukup untuk dimengerti.

Aku mencoba menutup jendela. Sudah terlalu malam. Angin malam kurang begitu bersahabat. Ia tertidur.

Benar, sering kita menatap orang yang menurut kita sempurna, mereka selalu bahagia karena akan mendapatkan apa yang mereka miliki. Padahal boleh jadi ada saat-saat mereka merasa ditolak atau tidak diterima dengan keadaannya. Namun, kita tidak pernah melihat kesedihan dan kemalangannya karena mereka sanggup bertahan dan tegar. Mereka memilih bertahan dan tegar. Bukan cara-cara aneh dengan memayahkan diri sendiri.

Dan apakah menurut mu cinta harus selalu di ungkapkan dengan hal-hal seperti itu jika pada akhirnya hanya akan melukai, orang yang kita sayang atau pernah kita sayang….
Disana banyak sisi lain untuk membuat perasaan mewah yang tidak mengenal strata itu untuk tetap melaju dalam kehormatan dan kesuciaannya. Naïf kah pikiran saya?terserah. bagi saya perlu seperti itu :)

Tidak ada komentar: