home

Selasa, 12 April 2011

surat seorang remaja untuk orang tua nya

ayah ibu....malam ini hujan turun meminta ku untuk mengingat semua nya....semua tentang kita.

ayah ibu, kadang aku bertanya-tanya apakah kalian tidak mau mendengar penjelasan dari ku sebelum kalian dengan keras membentak aku yang basah kuyup karena pulang malam??kalian hanya bertanya darimana jam segini baru pulang?apakah orang tua mu mengajarkan kamu untuk menjadi anak yang badung?hati ku sakit mendengar nya. terkadang aku diam dan terkadang aku melawan. aku jengah. tak bisa kah setelah kalian bertanya darimana lalu kalian bertanya kenapa. tolong dengar lah aku.

ayah ibu, aku sangat beruntung memiliki kalian karena begitu sering memberi apa yang aku inginkan, apapun itu kecuali perhatian. kalian berangkat pagi-pagi tanpa menyapa ku dan pulang malam tanpa mengucapkan selamat tidur. aku kesepiaan. aku hanya beruntung karena memiliki apa yang kalian beri tapi tak memiliki kalian. tahu kah?terkadang aku begitu iri melihat teman-teman ku di candai ayah nya dan di kuatkan ibu nya ketika mendapat masalah. apakah itu terlalu mahal?aku tak meminta banyak. tidak.

ayah ibu, saat teman-teman ku yang di anggap badung selalu ada untuk aku, kenapa kalian tidak bisa?aku marah ketika beberapa orang bahkan kalian memperingatkan aku untuk tidak berteman dengan mereka, mengatai mereka berandalan, aku tidak berpikir seperti itu. mereka mau mendengarkan kegamangan ku tentang siapa aku dan mereka memeluk aku ketika aku merasa sendirian. di saat orang lain acuh terhadap ku. kalian tak pernah memberikan alasan yang benar tentang kenapa aku tidak boleh berteman dengan mereka. aku tidak punya siapa-siapa, bahkan kalian pun tak mau menjadi teman ku.

ayah ibu, aku merasa akhir-akhir ini aku selalu bertanya tentang siapa aku, untuk apa aku ada, dan apa yang harus aku lakukan. sulit sekali rasanya menjawab pertanyaan itu. terkadang aku merasa 'ini' bukan diri ku lalu aku berusaha menjadi seperti sahabat-sahabat ku tapi ada sisi lain dari diri ku yang juga berontak tak menerima. lalu aku harus bagaimana???aku tak punya telinga yang mau mendengar kan aku. aku merasa sendiri. ah aku sebenarnya tak pernah sendiri karena aku yakin masih ada Dia, Dia yang sampai hari ini memberi ku nafas. tapi kalian dimana??aku bahkan tak bisa menceritakan hal ini kepada kalian sibuk dan lelah. hingga kadang aku pun malu jika menambah beban kalian. tapi bagaimana ......

ayah ibu, ketika prestasi ku di sekolah menurun, kalian tanpa ampun memarahi ku dan mengatai bahwa aku terlalu banyak bermain dan melakukan hal tak berguna lainnya. tahun ajaran berikutnya kalian memasukan aku ke berbagai kursus bahkan sampai mendatangkan guru les ke rumah. aku berterima kasih untuk itu semua karena teman-teman ku tak ada yang diperhatikan sampai sebegitunya oleh orang tua nya tapi tolong maukah kalian bertanya dulu pada ku tentang kenapa prestasi ku yang menurun dan bertanya mau kah bila ibu dan ayah membantu ku dengan mendatangkan guru belajar ke rumah. tolong katakan lah itu pada ku agar setiap mereka datang ke rumah aku tidak kabur karena malas. aku juga capek...

ayah ibu, aku jatuh cinta, jatuh cinta pada seseorang yang selalu tiba di sekolah bersamaan dengan ku. dia cantik dan baik. aku bingung harus bagaimana ; teman-teman bilang aku harus mengajak dia kencan dan ada yang bilang dia sudah punya pacar dan jangan di dekati. bagaimana yah...kadang aku rindu dan kadang aku merasa berdebar-debar ketika berhadapan dengan nya. aku bingung bagaimana bercerita pada kalian, kalian terlalu sibuk dan pasti menganggap hal itu remeh temeh yang tidak penting, apa kalian tidak pernah jatuh cinta??

ayah ibu, aku punya mimpi.....mimpi membuat kalian menerima aku apa ada nya, mau mendengar ku, mau membimbing ku, mau menolong ku dan mau mendukung ku. aku tak meminta kalian untuk seperti orang tua teman-teman ku. aku hanya meminta tolong luangkan lah waktu untuk bertanya tentang apa yang terjadi dengan ku hari ini ; kita bisa mengobrol di ruang tv atau di taman belakang. aku tunggu :)

Tidak ada komentar: