home

Kamis, 14 April 2011

jejak yang kuat

malam menangis, meluruhkan hujan
derai nya membaur bersama warna angin di ujung senja, magrib menjelang isya
tak ada suara yang mampu mengalahkan ribuan air yang datang

warna semesta telah berubah
tak ada bintang dan bulan malam ini
namun alam tetap berona dalam keindahannya

tak terdengar tapak-tapak kecil yang berlalu lalang di sepanjang jalan
tak terdengar gelak tawa dari warung-warung berneon

aku tak mendengar apapun kecuali gemercik hujan yang luruh
yang menghujam kuasa nya di tanah yang pasrah teraliri air
genting-genting ikut berdecak tersinggahi rinai nya

aku merasa suasana ini begitu indah untuk bernostalgia :)

Tidak ada komentar: